3 Cara Belajar Menerima Mantan Suami Kembali Rujuk

Ketika perceraian datang memang terjadi masalah yang tidak bisa di selesaikan, makanya jalan akhirnya adalah bercerai. Sudah banyak pasangan di indonesia sendiri yang bercerai, alasannya beragam. Ada masalah ekonomi, perselingkuhan, KDRT dan juga ketidak cocokan sama pasangan yang sudah sekian lama menemani perjalanan hidup.

Wajar jika seorang pasangan menuntut untuk bercerai ketika menemui jalan buntu dalam menyelesaikan masalah yang ada dalam rumah tangga. Memang perceraian itu suatu hal yang di larang oleh agama manapun. Tapi yang namanya manusia, pasti ada saja cara untuk melakukan perceraian sama pasangannya sendiri.

Lupa sewaktu hidup manis bersama pasangan berubah menjadi suami hal yang pahit ketika hidup dengan pasangan yang akan di ceraikan. Memang ada salah satu pasangan yang sakit dan tidak terima ketika di cerai. Kebanyakan yang tidak terima di gugat cerai adalah seorang perempuan yang sudah menjadi istri kita sendiri. Biasanya istri akan menolak untuk di ceraikan, karena persoalan yang tak kunjung usai.

Sedangkan suami tetap kekeuh untuk cerai sama istrinya sendiri, sehingga membuat istri menjadi trauma dengan apa itu yang namanya pernikahan. Ketika bercerai yang sebenarnya trauma bukan hanya istri saja, namun anak-anak juga trauma akan kelakuan orang tuanya. Orang tua yang tadinya baik-baik saja kemudian menjadi bertikai ketika menyelesaikan masalah.

Namun ada juga suami yang baru saja akan menceraikan istrinya, namun dia malah meminta rujuk. Hal ini sering sekali terjadi, yang mana suami tidak dapat berfikir jernih ketika terjadi masalah dan dia menyesali perbuatannya. Bagi istri memang berat ketika menerima rujukan suami yang sudah melukai hatinya bertubi-tubi. Jadi buat kamu para perempuan yang ingin menerima suaminya kembali lagi, namun masih sakit hati sampai sekarang ini, silakan ikuti beberapa saran di bawah ini;

Cara Membuka Hati Untuk Mantan Suami

1. Mengingat Masa Depan Anak

Jika ada suami yang tadinya ingin bercerai sama kamu, dan dia sadar ingin balik lagi atau rujuk lagi sama kamu. Maka yang harus menjadi pertimbangan utama kamu sebagai istri adalah anak-anak. Karena anak-anak membutuhkan kedua orang tuanya yang utuh.

Banyak anak-anak yang mentalnya terganggu karena orang tuanya egois memikirkan diri sendiri, sehingga anak-anaklah yang menjadi korban. Anak-anak akan senang kalau orang tuanya komplit ada di sampingya. Dengan begitu tidak ada pemikiram macam-macam ketika anak kamu sedang bertumbuh dewasa.

Dengan begitu juga, anak kamu akan mendapatkan kasih sayang utuh dari orang tua kandungnya. Jika kamu memilih untuk rujuk bersama suami. Namun jika kamu memutuskan untuk tetap bercerai, bisa jadi anak-anak akan memiliki orang tua tiri yang mana kasih sayang yang di berikan tidak semaksimal orang tua kandung.

2. Mengingat Kebaikan Suami

Suami tidak selalu salah, terkadang wanitalah yang terlalu egois. Hal ini yang membuat pertengkaran demi pertengkarang terjadi di dalam rumah tangga. Ketika suami meminta rujuk, ada baiknya ingat selalu kebaikan yang sudah dia berikan kepada kamu.

Setiap manusia pasti ada sisi baiknya, jadi lupakan keburukannya dan ingat yang baik saja. Biasanya dengan begitu rumah tangga akan jauh lebih bahagia.

3. Meningkatkan Spiritual Diri

Ketika kamu bimbang saat di ajak kembali rujuk sama mantan suami, maka pilihan terbaik adalah meningkatkan nilai spiritual dalam diri kamu sendiri. Dengan begitu kamu akan di berikan petunjuk yang baik apakah kamu membuka hati untuk suami yang sudah menceraikan kamu, atau tidak sama sekali.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *